Efendi Gazali, Pakar Komunikasi Politik, Prediksi Kasus Ijazah Jokowi Selesai 2035

Erlita Irmania
0

Prediksi Effendi Gazali: Kasus Ijazah Jokowi Akan Selesai pada 2035

Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali, mengungkapkan prediksi bahwa kasus ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan selesai pada tahun 2035. Menurutnya, proses penyelesaian kasus ini sangat bergantung pada dinamika politik yang terjadi di tengah masyarakat.

Prediksi Effendi tidak jauh berbeda dengan pendapat mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. Dalam sebuah wawancara khusus di acara Catatan Demokrasi Spesial Akhir Tahun yang tayang di YouTube TVOne, Effendi menyebut bahwa ia pernah berdiskusi dengan Mahfud MD mengenai perkembangan kasus ini.

"Kami sempat bertukar pendapat, dan menurut Prof. Mahfud, kasus ini juga akan memakan waktu cukup lama. Saya pikir kemungkinan besar akan selesai di awal 2036," ujar Effendi.

Menurut Effendi, kasus ijazah Jokowi tidak hanya menjadi masalah akademis, tetapi juga terkait dengan keinginan pihak-pihak tertentu untuk menyelesaikan atau memperpanjang proses hukum. Hal ini bisa dilihat dari beberapa contoh kasus serupa, seperti kasus yang menimpa Wakil Gubernur Bangka Belitung, yang juga tergantung pada situasi politik di wilayah tersebut.

Effendi juga menyampaikan bahwa harapan agar kasus ini diselesaikan dalam tahun 2026, terutama melalui persidangan di Jakarta dan Solo, tampaknya tidak akan tercapai. "Saya yakin prosesnya akan terus berlangsung hingga akhir 2035 atau awal 2036," tambahnya.

Latar Belakang Effendi Gazali

Effendi Gazali adalah tokoh komunikasi politik ternama di Indonesia. Ia dikenal sebagai pembawa acara Republik Mimpi, yang merupakan parodi tentang Indonesia dan para presidennya. Lahir di Padang, Sumatra Barat, pada 5 Desember 1966, Effendi memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dalam bidang komunikasi.

Ia lulus sarjana dari Universitas Indonesia pada 1990, kemudian meraih gelar Master dalam bidang Komunikasi dari universitas yang sama pada 1996. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Amerika Serikat, mendapatkan gelar Master dalam bidang International Development dari Cornell University pada 2000. Pada 2004, Effendi meraih gelar Doktor dalam bidang Komunikasi Politik dari Radboud Nijmegen University, Belanda.

Beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Effendi antara lain sebagai Peneliti Terbaik UI 2003 di bidang Social & Humanity, serta penerima ICA (International Communication Association) Award pada 2004.

Effendi juga sering tampil di berbagai talk show, termasuk Indonesia Lawyer Club yang dibawakan oleh Karni Ilyas. Selain itu, ia sering diundang sebagai pembicara dalam topik komunikasi politik.

Peran Penasehat Ahli Kapolri

Selain prediksi Effendi Gazali, ada juga pandangan dari Penasehat Ahli Kapolri, Irjen (purn) Aryanto Sutadi. Ia menilai proses penyidikan kasus ijazah Jokowi terlalu lambat karena adanya muatan politik di baliknya.

Menurut Aryanto, jika kasus ini murni pidana, maka penyidikan bisa selesai dalam dua bulan. Namun, karena adanya intervensi politik, penyidik harus mengumpulkan banyak bukti dan saksi.

"Penyidik harus mengumpulkan 712 alat bukti dan 100 saksi, hal ini sangat spektakuler," ujar Aryanto.

Aryanto juga menyayangkan sikap penyidik yang terlalu meladeni permintaan tersangka, seperti ajuan uji forensik independen. Ia menyarankan agar berkas kasus ini segera dilimpahkan ke kejaksaan agar bisa segera diadili.

"Harus sampai di pengadilan supaya rakyat tahu mana yang benar dan mana yang salah," katanya.

Kesimpulan

Kasus ijazah Jokowi masih menjadi isu panas yang terus dikaji oleh para ahli. Prediksi Effendi Gazali yang menyebut bahwa kasus ini akan selesai pada 2035 mencerminkan kompleksitas dinamika politik dan hukum yang terjadi. Sementara itu, pandangan dari Penasehat Ahli Kapolri menunjukkan kekhawatiran terhadap kecepatan dan objektivitas proses penyidikan.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default